Showing posts with label Aircraft. Show all posts
Showing posts with label Aircraft. Show all posts

Sukhoi milik Indonesia isi bahan bakar di udara(air refuel)

MAKASSAR - Dua Pesawat Tempur Sukhoi-30 terbaru Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, selama dua hari (23-24/3), melaksanakan uji coba air Refueling (pengisian bahan bakar diudara) dari pesawat tanker KC-130 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan Pilot Komandan Skadron 32 Letkol Pnb Yani Ajat.

Sebelum melakukan uji coba Air Refueling, hari pertama dilaksanakan uji kering Air Dinamis di Base Ops. Lanud Sultan Hasanuddin yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam berjalan lancar, disaksikan langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI IB.Putu Dunia, Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Arif Mustofa, Tim dari Mabesau, Dsilitbangau dan dari Koharmatau , Tim teknisi pesawat Sukhoi dari Rusia, serta beberapa perjabat dari Koopsau II dan Lanud Sultan Hasanuddin lainnya.

Usai uji Air Dinamis Air Refueling didarat , dilanjutkan uji air refueling dengan menggunakan pesawat Hercules KC-130 yang dilengkapi dengan selang dan paradrogue assy serta satu buah tangki yang berkapasitas 15.000 liter bahan bakar tersebut tepat pukul 13.15 Wita take off dari landasan Sultan Hasanuddin terbang dengan ketinggian 10.000 feet di atas wilayah udara makassar, disusul dua pesawat Sukhoi take pukul 13.55 dan 13 .56 Wita yang langsung melaksanakan air dinamais air refueling yang berlangsung kurang lebih dua jam.

Dihari kedua uji coba air dinamis air refueling pesawat tempur Sukhoi dimulai pukul 10.20 sampai dengan pukul 12.24 Wita, dilaksanakan sebanyak empat sortie dengan menggunakan pesawat tempur Sukhoi TS-3005 dan TS-3003 yang diawaki oleh Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb W . Iko Putra, Mayor Pnb Toni dan Mayor Pnb Yosta Riza serta dua Penerbang dari Rusia Sergey dan Roman.


Sumber: DiabLo-Kaskus

[+/-] Selengkapnya...

Messerschmitt Bf 109: Pelahir Ace Terbesar

Tangan Wilhelm “Willy” Emil Messerschmitt, seorang anak pedagang anggur yang dilahirkan 26 Juni 1898 di Frankfurt-am-Main, Jerman, mungkin memang 'sesakti' para perancang pesawat legendaris lainnya. Terbukti bahwa Bf 109 rancangannya menjadi pesawat tempur tersohor dari Jerman yang disegani oleh kekuatan udara mana pun dalam era PD II. Tak heran bila selain pesawat rancangannya yang tak pernah dilupakan orang, namanya pun menjadi legenda hingga kini. Padahal sebenarnya Willy tak pernah mengira kalau dirinya di suatu saat akan merancang pesawat tempur, apalagi pesawatnya mewujud menyerupai armagedon PD II. Sebelumnya selepas kuliah di Institut Teknologi Munich, ia lebih tertarik membuat glider dan pesawat transpor ringan.
Bila kemudian Bf 109 diproduksi hingga jumlah 33.000 buah yang menjadikannya kedua terbanyak dibuat setelah I1-2 Strurmovik dari Soviet dan tersebar di banyak negara, tentu itu bukan 'kesalahan' Willy. Messerschmitt 109 memang hebat, hingga akhirnya ia mendapat julukan si mesin pembunuh.
Dengan kehebatan Bf 109 itu pula akhirnya lahir acei terbesar sepanjang masa, yakni Erich Hartmann, yang mampu merontokkan pesawat musuh di udara hingga 352 buah!.




Sumber: Majalah Angkasa


[+/-] Selengkapnya...

Corsair vs Zero

“Kami berada di ketinggian 18.000 kaki dan mengarahkan pesawat ke barat laut”, cerita Kapten R. Bruce Porter, seorang penerbang Korp Marinir AS (USMRC) mengenang pertempuran yang dilakoninya di Pasifik dalam PD II suatu hari. Tiga puluh dua Corsair dan Wildcat beriringan menuju sasaran yang ingin dituju.
“Sungguh saya tidak pernah mengira kalau penerbangan di hari itu terasa begitu menyenangkan. Saya hanya berpikir, hari begitu indah dan cerah. Langit begitu bersih bersih kulihat dari balik kokpit. Tapi semua berubah seketika saat earphone-ku membisikan peringatan mendadak: Tally ho! Zero berada di posisi jam 11. Angels 25,”.
Saya segera menghidupkan senapan mesin dan memutar reflector sight lengkap dengan kalibrasi jarak dalam wind screen di depan muka saya. Beberapa detik, sudah melintas kilatan kanopi berwarna perak di antara latar biru langit. Musuh mengarah dari berbagai arah. “Tentu saya tidak pernah luput untuk menekan knop senjata saya manakala feeling saya sudah menyuruh lepaskan tembakan. Jangkauan peluruku akan menyuduta pada jarak 300 yard dan menguliti sasaran dengan lingkaran jaket pelurunya yang setengah inci”.
Lalu Corsair-ku bergetar. Aku terus menekan tombol senapan mesinku. Saya lihat peluru-peluru hanya menyambar di atas kanopi pesawat sialan itu. Akhirnya saya putar Corsair dan mengarahkannya sekali lagi. Jika saja dia mau berduel saling berhadapan maka tentu dia akan lebih cepat hancur”.
“Zero itu kemudian melakukan manuver, dan sekejap telah hilang dari pandanganku! Saya benar-benar terpesona, dan dalam sekejapan itu pula saya tidak sadar bahwa saya sudah mengagumi kehebatan Zero. Saya secepatnya menyadarkan diri, lalu menarik joystick untuk segera melakukan belokan. Dia di sana! Tapi masih jauh dari jangkauan saya. Satu-satunya cara untuk mengelabuinya adalah bahwa saya harus melakukan loop dengan sudut yang kecil. Saya tahan nafas untuk mengurangi besarnya tekanan. Dan seketika saya berada tepat di bagian atas equilibrium, kulihat horizon sudah berada di bawah posisi kepalaku, dan Zero itu ada di sana!”.
“Sekarang atau tidak sama sekali, begitu sumpah saya. Zero itu mungkin tidak pernah mengira kalau saya akan melakukan manuver tergila yang pernah saya lakukan. Saya tembaki kanopinya. Tembakan saya mulai mengena. Kaca itu mulai pecah dan berhamburan. Tapi semburan pecahannya itu justru menyebabkan saya tidak bisa melihat orang di dalamnya. Tak peduli, pikir saya. Selanjutnya saya arahkan gempuran-gempuran peluruku pada bagian sayapnya. Tidak sia-sia, sayap itu terbelah dua. Dan ketika berhasil mengenai tangkinya, Zero itu terbakar, saya berhasil melumatnya!.



Sumber: Majalah Angkasa


[+/-] Selengkapnya...

Fokker Dr. I (1917)

FFokker Dr. I merupakan pesawat tempur Jerman yang dijiplak dari Sopwith Triplane. Sesuai dengan namanya Dr. (dreidecker/susun tiga), pesawat ini mempunyai sayap yang bersusun tiga. Desain sayapnya mirip dengan Sopwith Triplane yang dikembangkan tahun 1917. Foker sendiri mengakui ide pesawat sayap tiga ini diambil dari Sopwith Triplane yang pernah ia saksikan pada bulan Mei 1917. Dari sanalah Fokker memerintahkan kepala desainernya, Reinhold Platz untuk membuat pesawat sejenis.
Ketika Sopwith Triplane jatuh ke tangan Jerman, sejumlah 14 pabrikan Jerman dan Austria buru-buru menconteknya. Mereka merasa desain sayap tiga ini merupakan rumus jitu menjadi yang paling unggul di udara. Upaya pabrikan Jerman dan Austri itu tak membuat Fokker merasa tersaingi, karena dia merasa telah lebih dulu mengembangkannya ketimbang pabrikan lain. Di Jerman, Fokker tetap dikenal sebagai pelopor pesawat tempur bersayap tiga.
Prototipe Dr. I diterbangkan pertama kali bulan Juni 1917 oleh pemegang ace Jerman Werner Voss. Lantaran idenya dari Sopwith Triplane, bentuk fisik Dr. I mirip dengan pesawat itu. Sebagian struktur tubuh Dr. I terbuat dari kayu, dan sebagian lagi logam. Yang membedakan kedua pesawat antara lain pada tiang penyangga dan aileron. Bila Triplane menggunakan dua tiang penyangga dan enam aileron, Platz menggantinya dengan satu tiang penyangga dan dua aileron. Dr. I juga merupakan pesawat tempur Fokker terakhir yang menggunakan rudder tanpa sayap tegak, sementara elevatornya digantungkan pada sayap yang lebih besar. Konsep ini yang kemudian dikenal dengan ekor delta.
Jelas pesawat tempur tak lengkap tanpa kehadiran senjata. Platz menempatkan dua senapan mesin 08/15 Spandau yang bisa ditembakkan dengan dua pelatuk yang ditempatkan di gagang kemudi pesawat. Meski pesawat ini memiliki kekurangan dan kelebihan, namun yang pasti pesawat ini telah menjadi pesawat ngetop sepanjang masa, terutama ketika yang berwarna merah itu di pegang oleh Manfred “Red Baron” von Richtofen, ace Jerman paling hebat dalam PD I.

Sumber: Majalah Angkasa



[+/-] Selengkapnya...

Sopwith Camel (1917)

Semasa PD II tim desain Sopwith pimpinan R. J. Ashfield dan Herbert Smith telah berhasil mengembangkan pesawat tempur Sopwith Camel bersayap ganda yang handal. Camel yang terbang perdana pada bulam Desember 1916 itu, mempunyai kelebihan dalam hal daya manuvernya. Hal ini berkat desain sayap pesawat secara keseluruhan dan desain alat kemudi yang responsif, serta mesin yang tepat. Di bawah kendali pilot tempur berpengalaman, Camel mampu melakukan manuver pertempuran udara dengan sangatbaik. Kelebihan itu yang sempat membungkam kehebatan pesawat tempur jerman. Sejarawan menuliskan bahwa semasa perang, Camel membukukan sebanyak 1.294 kemenangan. Catatan sejarah itu berubah pada tahun 1970 ketika Chaz Bowyer, sejarawan Inggris, menemukan catatan bahwa Camel AU Inggris membukukan kemenangan sebanyak 2.900 kali.
Catatan kemenangan itu sungguh di luar dugaan, mengingat desain aerodinamika Camel yang sangat tidak lazim. Sepintas catatan aerodinamika itu membuat orang meragukan kemampuan Camel. Sebagian struktur Camel terbuat dari kayu, kecuali pada bagian-bagian di sekitar mesin dan panel instrumen.

Sumber: Majalah Angkasa



[+/-] Selengkapnya...

Morane Saulnier L (1914)

Ada perdebatan di kalangan sejarawan pesawat tempur, yang mana sebenarnya pesawat tempur pertama di dunia. Sebagian menyebut Bleriot yang terbang tahun 1911 itu atau Morane-Saulnier l yang diterbangkan Rolland Garros dua tahun kemudian. Sejumlah argumen bermunculan. Tahun 1911 memang cukup banyak pesawat yang diterbangkan oleh penerbang militer guna menjalankan misi militer tentunya. Tetapi pada dasarnya pesawat yang diterbangkan para penerbang militer itu adalah pesawat terbang sipil, bukan pesawat tempur. Pesawat tempur pertama adalah Morane-Saulnier L yang baru muncul belakangan.

Sejak awal pesawat-pesawat Morane-Saulnier sudah didesain untuk kepentingan militer. Satu yag terkenal adalah Morane-Saulnier L yang bersenjata Hotchkiss delapan milimeter. Pesawat ini, demikian juga pesawat Morane-Saulnier lain, merupakan karya desain Rolland Garros, bapak pilot tempur dunia itu.

Dunia penerbangan militer menyebut Morane-Saulnier L ini sebagai MS 3. Desainnya cukup sederhana. Awalnya merupakan pesawat berkursi ganda yang berfungsi sebagai pesawat intai, tetapi kemudian untuk memenuhi tugas sebagai pesawat tempur dibuatkan versi kursi tunggalnya. Masih dengan sayap tunggal yang ditempatkan di atas badan pesawat, MS 3 bermesin Gnome atau Le Rhoce bertenaga 80-110 dk menjadi pesawat yang mampu terbang cepat dengan manuver yang baik. Bahkan dalam beberapa hal mampu mengungguli pesawat Jerman yang terkenal berkecapatan tinggi. Itulah sebabnya, mengapa MS 3 beralih fungsi dari pesawat intai menjadi pesawat penyerang.

Sumber: Majalah Angkasa



[+/-] Selengkapnya...

Nieuport 11 Bebe (1915)

Dari generasi ke generasi bentuk pesawat-pesawat Nieuport tak banyak mengalami perubahan. Pesawat-pesawat Nieuport umumnya dibuat bersayap ganda dengan sayap bawah lebih kecil dari yang atas. Adalah Gustave Delage yang mendesain semua pesawat buatan Nieuport. Bekerja di Nieuport sejak Januari 1914 Delage mampu melambungkan nama Nieuport dan dirinya lewat Nieuport 11. Sebenarnya pesawat tempur pertama Delage adalah Nieuport 10 berkursi ganda. Pada prakteknya tipe 10 lebih banyak dipakai sebagai pesawat intai bersenjata senapan mesin. Tipe 11 merupakan pengembangan tipe 10. Pada tipe 11, Delage menempatkan senapan mesin tepat di atas kursi pilot.

Pada akhir tahun 1915, Nieuport memodifikasi tipe 11 menjadi tipe 16 dan 17. Sepintas bentuk kedua pesawat itu masih mirip. Desain sayap masih. Perbedaannya antara lain pada dimensi, desain dan penempatan sayap ekor pesawat, juga pada daya mesin pesawat. Tipe 11 menggunakan mesin L Rhone 9C bertenaga 80 dk, sementara tipe 17 mesin L Rhone 9J bertenaga 110-120 dk. Daya mesin yang lebih besar dipasang pada tipe 17 bis. Dengan mesin yang lebih bertenaga itu Nieuport 17 mampu terbang pada kecepatan 176 kilometer per jam sejauh 300 kilometer.

Selama PD I berlangsung, Nieuport 11 bebe dan Nieuport 17 bersenjata senapan mesin yang bekerja berdasar putaran mesin itu telah menjadi pesawat tempur Sekutu yang bisa diandalkan. :)

Sumber: Majalah Angkasa



[+/-] Selengkapnya...

Ultah ke-63, TNI AU Pamer Sukhoi Terbaru


TNI AU merayakan hari jadinya yang ke-63. Acara ini dimeriahkan dengan manuver aerobatic solo pesawat tempur SU-30MK2 Sukhoi.

Pesawat SU-30MK2 merupakan pesawat tempur terbaru yang dimiliki oleh TNI AU. Pesawat itu bermarkas di skuadron udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.



Peringatan HUT TNI AU ke-63 berlangsung di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (15/4/2009). Bertindak sebagai inspektur upacara KSAU Marsekal Subandrio.

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang dibacakan oleh Soebandrio, seharusnya peringatan hari jadi TNI AU dilaksanakan pada 9 April. Namun karena berbarengan dengan Pemilu Legislatif, acara diundur.

Menurut Djoko, diundurnya pelaksanaan HUT TNI AU menunjukkan kesadaran moral yang tinggi untuk mendahulukan kepentingan nasional di atas segala-galanya.

"Yang kedua, menunjukkan komitmen jajaran TNI termasuk TNI AU untuk mengamankan dan mensukseskan Pemilu 2009, berikut segala agenda dan hasil-hasilnya," ujar Djoko seperti yang diucapkan Subandrio.

Peringatan Ultah TNI AU diikuti 1.520 prajurit TNI AU. Acara manuver aerobatic solo pesawat tempur SU-30 MK2 Sukhoi hanya berlangsung 5 menit. Pesawat menanjak dengan kemiringan 60 derajat.

Pesawat dipiloti oleh Letkol Pnb Widyargo 'redbee' Ikoputra dan Mayor Pnb M Tonny 'racoon' Haryono.


www.detiknews.com

[+/-] Selengkapnya...

Flare

Flare adalah salah satu bentuk piroteknik yang menghasilkan cahaya yang sangat terang atau panas tinggi tanpa menghasilkan ledakan. Flare digunakan untuk memberi tanda, penerangan dan alat pertahanan militer. Secara umum, flare menghasilkan cahaya yang dihasilkan dari pembakaran logam magnesium, terkadang dicampur dengan logam lain untuk menghasilkan warna yang berbeda-beda. Flare kalsium digunakan di bawah air untuk penerangan.


Flare dalam militer
Flare sebagai alat pertahanan anti peluru kendali biasanya terdapat di pesawat tempur atau helikopter. Flare mengandung bahan kimia piroteknik cair atau padat yang mudah terbakar. Flare ketika dilepas akan segera terbakar yang menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan panas mesin yang akan mengelabui sensor inframerah peluru kendali musuh.

Piroteknik
Istilah piroteknik (harfiahnya "teknologi api") merujuk kepada suatu bidang yang melibatkan bahan letupan terutamanya untuk tujuan pencahayaan. Kegunaannya dalam bunga api adalah paling popular, tetapi ia turut mempunyai kegunaan meluas bidang ketentaraan dan perindustrian.
;)

[+/-] Selengkapnya...